Berita Penangkapan Judi Online dan Sejarah Munculnya Judi Online

Baru-baru ini beredar berita penangkapan judi online di warung internet di Kota Kisaran. Mirisnya, dalam razia ini, petugas mengamankan tujuh bocah yang sedang bermain judi online Poker dan menonton situs porno.

Ketujuh bocah pun diamankan dan dikembalikan ke orang tua masing-masing setelah diberikan pengarahan. Sebelumnya di Binjai dua pelajar SMP juga diamankan saat sedang bermain judi online Turn Poker. Melihat fenomena ini, sebenarnya tidak terlalu mengherankan.

Di era sekarang ini, keberadaan internet membuat kita mampu mengakses berbagai informasi dengan mudah, termasuk mengakses situs judi online. Apalagi warung internet (warnet) semakin menjamur, tidak hanya di kota tapi juga di desa yang sudah terjangkau internet. Namun sebenarnya, apa itu judi online? Bagaimana sejarahnya hingga istilah judi online bisa muncul?

Berita Penangkapan Judi Online dan Sejarah Munculnya Judi Online

Berita penangkapan judi online dan sejarah kemunculan istilah judi online

Semua berita penangkapan bandar judi online bisa muncul karena adanya judi online. Sementara judi online bisa muncul karena larangan judi konvensional. Ada banyak agen judi konvensional yang tutup karena dianggap ilegal dan tidak sesuai dengan peraturan pemerintah. Para bandar judi pun menjadi bingung.

Jika arena judi ditutup, berarti mereka kehilangan pekerjaan. Mereka pun mulai berpikir bagaimana membuat permainan judi dapat diakses seluruh pemain tanpa harus mendatangi bandar. Ternyata terobosan ini menyedot perhatian para pecinta judi.

Adapun terobosan yang dimaksud adalah dengan menggunakan sistem komputerisasi yang rapi dan terjaga agar pemain bisa bermain dengan tenang tanpa khawatir akan tiba-tiba digrebek.

Terobosan ini pun dimulai pada tahun 1990-an. Selama periode itu, mulai bermunculan website profesional yang dikenalkan kepada publik. Namun saat itu, hanya ada sedikit bandar online yang dapat diakses.

Sampai pada tahun 1996, ada 15 situs judi online yang berlisensi. Namun tidak sampai setahun, mulailah bermunculan bandar-bandar judi online. Satu tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1997, jumlah bandar judi online sudah mencapai 200.

Perkembangan pesat ini juga diiringi oleh semakin ramainya pemain. Mereka tetap merasa aman dan nyaman meski perjudian hanya dilakukan secara online tanpa berhadapan langsung dengan lawan. Kecanggihan teknologi membuat perjudian online semakin berkembang. Bahkan saat ini, semakin banyak situs judi online berkualitas. Kemunculan situs-situs ini seolah mengabaikan banyaknya berita tertangkapnya bandar judi online.

baca juga:
Situs Poker Online Terpercaya untuk Pemain Judi Veteran dan Pemula
Tips bermain judi online di situs domino qiu qiu terpercaya

Berita penangkapan judi online dan bahayanya kecanduan judi online

Berita tertangkapnya judi online tidak hanya berbatas pada mereka yang tertangkap sedang melakukan judi, tapi juga mereka yang tertangkap melakukan tindakan kriminal akibat kecanduan. Contohnya, pemuda 21 tahun yang tertangkap mencuri sepatu di rumah warga di Medan.

Hal ini dilakukannya akibat candunya bermain Poker online. Mengaku tidak memiliki uang untuk bermain Poker online, pemuda pengangguran ini pun nekat mencuri dua pasang sepatu. Hal yang sama juga dilakukan kuli bangunan. Mengaku tak dapat meninggalkan kebiasaan judi online, pemuda di Solo ini nekat mencuri tas milik seorang wanita dan menghabiskan semua uang di dalam tas itu untuk berjudi online.

Kecanduan judi online sangatlah membahayakan. Namun tak semua lapisan masyarakat menganggap judi sebagai sesuatu yang berbahaya. Kecanduan judi bisa disamakan dengan kecanduan narkoba. Para pecandu judi akan melakukan cara apa pun untuk memuaskan hasrat berjudi sampai bisa memenangkan pertaruhan.

Selain itu, para pecandu juga akan terbiasa membuat janji palsu bahwa mereka sudah tidak lagi bermain judi online, padahal kenyataannya hasrat bermain judi semakin tak terbendung. Dalam kasus ini, peran keluarga sangatlah penting dalam menyadarkan mereka untuk lebih mementingkan keluarga dan kehidupan sosialnya dibandingkan ego pribadinya untuk berjudi.

Related posts: